Kisah Dibalik Penyebutan Nama Nabi Ibrahim dalam Tahiyat Saat Salat

Penyebutan Nabi Ibrahim dalam tahiyat adalah bentuk penghormatan terhadap peran beliau dalam sejarah kenabian dan sebagai pemimpin dalam memperjuangka

1. Doa yang Diajarkan oleh Rasulullah ﷺ

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ka‘b bin ‘Ujrah, para sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang bagaimana cara bersalawat kepada beliau. Rasulullah ﷺ kemudian mengajarkan doa yang kini dikenal sebagai Salawat Ibrahimiyah, yaitu:

"Allahumma salli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kamaa sallaita ‘ala Ibrahima wa ‘ala aali Ibrahima, innaka hameedun majeed. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kamaa baarakta ‘ala Ibrahima wa ‘ala aali Ibrahima, innaka hameedun majeed." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi dasar penyebutan Nabi Ibrahim dalam tahiyat akhir.


2. Kedudukan Nabi Ibrahim sebagai Bapak Para Nabi

Nabi Ibrahim ‘alayhis salam memiliki posisi yang sangat mulia dalam Islam. Beliau adalah bapak dari para nabi dan disebut dalam Al-Qur'an sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dalam Surah An-Nisa' ayat 125:

"Dan Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya." (QS. An-Nisa' ayat 125)

Dari keturunan Nabi Ibrahim lahir banyak nabi, termasuk Nabi Ismail yang merupakan leluhur Nabi Muhammad ﷺ.

 

3. Kesamaan Misi Dakwah Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad

Baik Nabi Ibrahim maupun Nabi Muhammad memiliki misi yang sama, yaitu mengajak manusia bertauhid dan menjauhi syirik. 

Nabi Ibrahim adalah pelopor dalam memperjuangkan tauhid dan menghancurkan penyembahan berhala, yang kemudian dilanjutkan oleh Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam.


4. Doa Nabi Ibrahim untuk Keturunannya

Dalam Al-Qur’an, Nabi Ibrahim pernah berdoa agar di antara keturunannya ada yang diutus menjadi nabi, seperti dalam Surah Al-Baqarah ayat 129:

"Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan ayat-ayat-Mu kepada mereka, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah, serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Doa ini dikabulkan dengan diutusnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai nabi terakhir dari keturunan Nabi Ismail.


5. Penghormatan terhadap Perjanjian Allah dengan Nabi Ibrahim

Allah telah menjadikan keturunan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin umat manusia. Menyebut nama beliau dalam salat adalah bentuk penghormatan terhadap perjanjian ini dan sekaligus sebagai pengingat bahwa Islam adalah kelanjutan dari agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim.


Kesimpulan

Penyebutan Nabi Ibrahim dalam tahiyat adalah bentuk penghormatan terhadap peran beliau dalam sejarah kenabian dan sebagai pemimpin dalam memperjuangkan tauhid. 

Selain itu, doa yang Rasulullah ajarkan dalam tahiyat merupakan bentuk pengakuan atas hubungan erat antara ajaran Nabi Muhammad ﷺ dengan ajaran Nabi Ibrahim ‘alayhis salam.

Wallahu a’lam.

Mau donasi lewat mana?

BRI - Saifullah (05680-10003-81533)

BCA Blu - Saifullah (007847464643)

Mandiri - Saifullah (1460019181044)

BSI - Saifullah (0721-5491-550)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan memberikan DONASI. Tekan tombol merah.

Penulis

Saifullah.id
PT Saifullah Digital Advantec

Posting Komentar

Tulis komentar anda di bawah ini, lalu centang Beri Tahu Saya agar mendapatkan notifikasi saat kami membalas, lalu tekan PUBLIKASIKAN

Gabung dalam percakapan

Gabung dalam percakapan