Hukum Jual Beli Saldo Digital (Top Up DANA, Shopee, GoPay, OVO, LinkAja) dalam Islam Berdasarkan Dalil Al-Qur'an dan Hadits Shahih

Jika transaksi dilakukan dengan prinsip-prinsip tersebut, maka hukum jual beli saldo digital dalam Islam adalah halal

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam sistem transaksi keuangan, termasuk hadirnya berbagai dompet digital seperti DANA, ShopeePay, GoPay, OVO, dan LinkAja. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran tanpa uang tunai, baik untuk belanja online maupun transaksi lainnya.

Pengertian Jual Beli Saldo Digital

Jual beli saldo digital adalah transaksi di mana seseorang membeli saldo dari penyedia layanan atau pihak ketiga, kemudian digunakan untuk pembayaran berbagai kebutuhan.


Hukum Jual Beli Saldo Digital dalam Islam

Rukun dan Syarat Jual Beli

  • Penjual dan pembeli harus memiliki kapasitas hukum untuk bertransaksi.
  • Barang yang diperjualbelikan (saldo digital) harus jelas dan halal.
  • Harga dan kesepakatan harus jelas tanpa unsur gharar (ketidakjelasan).

Dalil Al-Qur'an yang Menjadi Dasar Hukum

Surah Al-Baqarah ayat 275:

"Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba."

Ayat ini menegaskan bahwa transaksi jual beli diperbolehkan selama tidak mengandung unsur riba dan kecurangan.

 

Surah An-Nisa ayat 29:

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu."

Dari ayat ini, Islam mengajarkan bahwa transaksi keuangan harus dilakukan secara jujur dan adil.

 

Hadits Shahih yang Relevan

"Sesungguhnya jual beli itu harus dengan suka sama suka." (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Hadits ini menekankan pentingnya keridhaan antara kedua belah pihak dalam transaksi. 

"Janganlah kalian menjual sesuatu yang tidak kalian miliki." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Ini berarti bahwa saldo digital yang dijual harus benar-benar tersedia dan tidak boleh ada unsur penipuan. 

 

Analisis Hukum Jual Beli Saldo Digital

Dibolehkan Jika Memenuhi Syarat

Jika saldo digital dianggap sebagai alat tukar atau uang elektronik, maka transaksi ini boleh selama dilakukan dengan jelas dan transparan.


Haram Jika Mengandung Riba

Jika ada tambahan atau keuntungan dalam transaksi saldo digital yang menyerupai riba, maka hukumnya haram.


Hati-hati dengan Praktik Ilegal

Beberapa penjual menawarkan saldo digital dengan harga lebih murah dari harga resmi, yang sering kali berasal dari sumber ilegal. 

Membeli saldo dari sumber yang tidak jelas bisa termasuk dalam kategori ghulul (harta haram) yang dilarang dalam Islam. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:
"Daging yang tumbuh dari harta yang haram, maka neraka lebih pantas baginya." (HR. Muslim)

 

Kesimpulan

Jual beli saldo digital seperti top up DANA, ShopeePay, GoPay, OVO, dan LinkAja dalam Islam diperbolehkan dengan syarat:

  • Tidak mengandung riba.
  • Tidak mengandung unsur penipuan atau gharar.
  • Sumber saldo berasal dari transaksi yang sah dan halal.
  • Harga dan jumlah saldo yang diterima harus transparan.

Jika transaksi dilakukan dengan prinsip-prinsip tersebut, maka hukum jual beli saldo digital dalam Islam adalah halal. Namun, jika terdapat unsur riba atau ketidakjelasan dalam transaksi, maka hukumnya bisa menjadi haram.

Mau donasi lewat mana?

BRI - Saifullah (05680-10003-81533)

BCA Blu - Saifullah (007847464643)

Mandiri - Saifullah (1460019181044)

BSI - Saifullah (0721-5491-550)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan memberikan DONASI. Tekan tombol merah.

Penulis

Saifullah.id
PT Saifullah Digital Advantec

Posting Komentar

Tulis komentar anda di bawah ini, lalu centang Beri Tahu Saya agar mendapatkan notifikasi saat kami membalas, lalu tekan PUBLIKASIKAN

Gabung dalam percakapan

Gabung dalam percakapan