Dalil Al-Qur'an dan Hadits Shahih tentang Ziarah Kubur

Ziarah kubur adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam untuk mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat dan kematian.

Ziarah kubur adalah salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam untuk mengingat kematian dan kehidupan akhirat. 

Pada awalnya, Rasulullah ﷺ melarang praktik ini karena dikhawatirkan akan mengarah pada kesyirikan. Namun, kemudian beliau memperbolehkannya dengan tujuan mengingatkan umat akan kehidupan setelah mati. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits shahih tentang ziarah kubur serta manfaat dan adab yang harus diperhatikan dalam melaksanakannya.


Dalil dari Al-Qur'an tentang Ziarah Kubur

Meskipun Al-Qur'an tidak secara langsung menyebutkan perintah atau anjuran ziarah kubur, ada beberapa ayat yang memberikan pemahaman tentang pentingnya mengingat kematian dan akhirat, di antaranya:

Surah Al-Mulk ayat 2

"(Allah) Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk: 2)

Ayat ini menekankan bahwa kematian adalah bagian dari ujian hidup manusia. Dengan sering mengingat kematian melalui ziarah kubur, seseorang diharapkan lebih bertakwa dan meningkatkan amal shalihnya.


Surah Al-Kahfi ayat 21

"Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (kepada manusia) agar mereka mengetahui bahwa janji Allah itu benar dan bahwa (kedatangan) hari kiamat tidak ada keraguan padanya."

Ayat ini menceritakan tentang Ashabul Kahfi, yang kuburnya dijadikan pelajaran bagi orang-orang setelah mereka. Hal ini menunjukkan bahwa mengingat kematian dan orang-orang yang telah meninggal bisa menjadi pengingat akan akhirat.


Surah Abasa ayat 21-22

"Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur. Kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali."

Ayat ini mengingatkan manusia bahwa setiap orang pasti akan mati dan masuk ke dalam kubur sebelum akhirnya dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan amalnya.


Dalil dari Hadits Shahih tentang Ziarah Kubur

Hadits tentang diperbolehkannya ziarah kubur

Rasulullah ﷺ bersabda: "Dahulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur, namun sekarang ziarahlah kalian karena itu dapat mengingatkan kalian pada akhirat." (HR. Muslim, no. 977)

Hadits ini menunjukkan bahwa ziarah kubur dianjurkan untuk mengingatkan manusia akan kehidupan setelah mati dan menghindari perbuatan dosa.


Hadits tentang doa saat ziarah kubur

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa yang dibaca saat menziarahi kuburan: "Keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian." (HR. Muslim, no. 975)

Hadits ini menunjukkan bahwa seorang Muslim dianjurkan untuk mendoakan penghuni kubur saat berziarah.


Hadits tentang manfaat ziarah kubur

Rasulullah ﷺ bersabda: "Ziarahilah kubur, karena itu akan mengingatkan kalian kepada kematian." (HR. Muslim, no. 976)

Ziarah kubur memiliki manfaat besar dalam menyadarkan manusia bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan akan berakhir dengan kematian.


Hadits tentang menangis di kuburan

Dari Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ pernah melewati sebuah kuburan dan melihat seorang wanita menangis di sana. Beliau bersabda: "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah." (HR. Bukhari, no. 1283 dan Muslim, no. 926)

Hadits ini menunjukkan bahwa kesedihan saat berziarah adalah hal yang wajar, namun sebaiknya tidak berlebihan hingga kehilangan kesabaran terhadap takdir Allah.


Hadits tentang Rasulullah ﷺ berziarah ke makam ibunya

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ pernah berziarah ke makam ibunya dan menangis. Para sahabat yang melihatnya pun ikut menangis. Beliau bersabda: "Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memohonkan ampun bagi ibuku, tetapi tidak diizinkan. Aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya, maka diizinkan. Maka, ziarahlah kubur karena itu mengingatkan kalian kepada kematian." (HR. Muslim, no. 976)

Hadits ini menunjukkan bahwa ziarah kubur adalah amalan yang dibolehkan dan dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam.


Adab dalam Ziarah Kubur

  • Mengucapkan salam kepada penghuni kubur: Sesuai dengan hadits Rasulullah ﷺ, saat memasuki area kuburan, dianjurkan untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur.
  • Tidak melakukan perbuatan syirik: Dilarang meminta atau berdoa langsung kepada orang yang telah meninggal, karena hal ini termasuk perbuatan syirik. Doa hanya boleh ditujukan kepada Allah.
  • Mendoakan ahli kubur: Salah satu tujuan utama ziarah kubur adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan memberikan mereka tempat yang baik di akhirat.
  • Tidak meratap atau menangis berlebihan: Menangis karena kehilangan orang yang dicintai adalah hal yang wajar, namun Islam melarang ratapan berlebihan yang bisa mencerminkan ketidakrelaan terhadap takdir Allah.
  • Tidak duduk atau menginjak kuburan: Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian duduk di atas kuburan dan jangan pula shalat menghadapnya." (HR. Muslim, no. 972)

    Ini menunjukkan bahwa kita harus menghormati kuburan dan tidak menjadikannya sebagai tempat duduk atau beribadah dengan menghadap ke arahnya.


Kesimpulan

Ziarah kubur adalah amalan yang dianjurkan dalam Islam untuk mengingatkan manusia akan kehidupan akhirat dan kematian. 

Dalil dari Al-Qur'an dan hadits shahih menunjukkan bahwa praktik ini memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan ketakwaan, mengingat kematian, dan mendoakan orang yang telah meninggal. 

Namun, dalam melakukannya, seorang Muslim harus tetap mengikuti adab-adab yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ agar ziarahnya bernilai ibadah dan terhindar dari kesalahan yang bisa membawa pada kesyirikan. Semoga kita semua diberikan hidayah untuk menjalankan amalan ini dengan benar. Aamiin.

Mau donasi lewat mana?

BRI - Saifullah (05680-10003-81533)

BCA Blu - Saifullah (007847464643)

Mandiri - Saifullah (1460019181044)

BSI - Saifullah (0721-5491-550)
Merasa terbantu dengan artikel ini? Ayo dukung dengan memberikan DONASI. Tekan tombol merah.

Penulis

Saifullah.id
PT Saifullah Digital Advantec

Posting Komentar

Tulis komentar anda di bawah ini, lalu centang Beri Tahu Saya agar mendapatkan notifikasi saat kami membalas, lalu tekan PUBLIKASIKAN

Gabung dalam percakapan

Gabung dalam percakapan